+
  • %E9%92%A2%E7%BB%93%E6%9E%84%E5%AE%89%E8%A3%851-1024x682.webp.jpg

Perakitan dan pemasangan konstruksi baja

Produk utama perusahaan meliputi komponen baja struktur, kolom kotak, kolom silang, baja profil H, baja profil T, baja berbentuk lengkung, rangka kuda-kuda, dan lain-lain. Perusahaan juga mampu menerima proyek pengerjaan dan pembuatan struktur baja berat untuk sektor tambang batu bara, ketenagalistrikan, industri baja, serta bidang lainnya.

Kata kunci:

Perakitan dan pemasangan konstruksi baja

Konsultasi produk:

  • Deskripsi produk
  • Proses pemasangan struktur baja

    Setelah tahap fabrikasi dan pemrosesan awal selesai, struktur baja memasuki fase pemasangan. Xingyuanyi menerapkan prosedur standar berikut dalam pemasangan bangunan berstruktur baja: konstruksi pondasi—penanaman pra‑pemasangan baut jangkar—pemasangan kolom baja—pemasangan balok baja—pemasangan gording dan penopang horizontal—pemasangan panel dinding luar—pemasangan sistem atap—dan pemeriksaan akhir.

    Proyek pemasangan yang kami tangani mencakup: gudang baja, platform baja, rumah baja, kanopi baja, pekerjaan penutup atap, penambahan dan renovasi struktur baja, ruang kaca berbahan baja, bangunan sementara, serta gedung bertingkat tinggi berbahan baja.

    Xingyuan Yi dilengkapi dengan peralatan pemasangan profesional, termasuk: derek struktur baja, mesin pemotong, mesin las listrik, bor listrik, serta berbagai alat canggih lainnya.

    Perusahaan memiliki tim pemasangan yang berpengalaman, dengan lebih dari 200 tenaga ahli pemasangan yang semuanya memiliki pengalaman kuat dalam pemasangan struktur baja.

    Selama proses pemasangan, kami secara ketat menerapkan rencana organisasi konstruksi, memperkuat pengelolaan di lokasi, serta terus meningkatkan kompetensi dan kesadaran keselamatan para pekerja, guna memastikan kualitas proyek dan keselamatan konstruksi.

    Standar Teknis Pemasangan Proyek Struktur Baja (I)

    1 Ruang Lingkup
    Standar proses ini berlaku untuk pekerjaan perakitan dan pemasangan pada proyek konstruksi baja di bidang industri dan bangunan sipil umum.

    2 Persiapan Konstruksi

    2.1 Peralatan dan Peralatan Utama

    Peralatan: Sesuai dengan berat komponen dan kondisi lapangan, pilihlah crane gantry, crane truk, atau crane crawler.
    Peralatan utama: tali pengangkat, mesin las listrik, balok penyangga, pelat penyangga, kunci pas, linggis, kunci torsi, dongkrak, penggaris lurus, pita pengukur, dan sebagainya.
    2.2 Bahan dan Produk Setengah Jadi

    Komponen baja: Tipe dan kualitas pembuatannya harus sesuai dengan persyaratan desain serta standar konstruksi.
    Bahan penghubung: elektroda las, baut, dan sejenisnya harus dilengkapi dengan sertifikat mutu serta memenuhi standar nasional yang berlaku.
    2.3 Kondisi Pekerjaan

    Lakukan verifikasi terhadap jumlah barang yang masuk berdasarkan daftar rincian komponen, serta periksa sertifikat kualitas dan dokumen teknis terkait.
    Periksa apakah komponen mengalami kerusakan atau deformasi selama proses pengangkutan dan penumpukan; jika ditemukan, lakukan perbaikan, tambahkan lapisan pelindung korosi, dan lakukan pemeriksaan ulang.
    Melakukan pemeriksaan ulang apakah komponen baja yang telah dirakit memenuhi standar kualitas.
    Dasar lahan pemasangan harus kokoh dan memiliki ruang kerja yang memadai bagi peralatan serta personel.
    Pastikan bahwa proses sebelumnya telah menyelesaikan tahap penerimaan, serah terima, dan pengujian.
    3 Proses Operasional

    3.1 Alur Proses Teknologi
    Persiapan pekerjaan → Pemasangan komponen → Pengikatan dan pengencangan → Pemeriksaan dan penerimaan

    3.2 Perakitan rangka atap baja (rangka skylight baja)

    Bentuk rangka atap mengacu pada Gambar 9-46 dalam “Manual Konstruksi Struktur Baja Bangunan”.
    Letakkan setengah rangka atap di atas platform perakitan, ratakan, lalu lakukan pengelasan sementara; lanjutkan pengelasan secara berurutan.
    Rangka atap dengan kekakuan lateral yang rendah perlu diperkuat setelah pengelasan; setelah dibalik dan dimensi dicek kembali, proses pengelasan dapat dilanjutkan (lihat Gambar 9-47 dan 9-48).
    Apabila rangka atap mengalami distorsi atau tekukan berbentuk garis, lakukan pelurusan dengan metode mekanis atau api.
    Apabila terjadi konflik antara kelengkungan dan bentang, nilai kelengkungan yang dijadikan acuan.
    Jika sudut atau dimensi sambungan tidak sesuai, segera lakukan perbaikan.
    Baik pemasangan vertikal maupun horizontal harus memastikan bahwa rangka penopang terpasang dengan kokoh untuk mencegah penurunan yang dapat mengganggu pembentukan lengkungan (lihat Gambar 9-49 hingga 9-51).
    3.3 Perakitan Kolom Baja

    Pilar berbilah banyak dapat dirakit di darat lalu diangkat secara keseluruhan; jumlah bilah yang dirakit harus ditentukan berdasarkan kapasitas crane.
    Pasang platform dan alat cetakan yang sesuai berdasarkan penampang kolom.
    Setiap kolom harus dipasang dengan garis tengah yang rapi; saat merakit beberapa kolom sekaligus, pasang tali pancing pada tiga sisi untuk memastikan ketinggian dan posisi tetap terjaga. Perhatikan pengendalian kemiringan vertikal.
    Ketidaksejajaran pada pelat sayap sambungan harus dikoreksi hingga berada dalam batas toleransi yang diizinkan, dengan menggunakan rantai pengangkat dan plat telinga untuk melakukan penyelarasan sambungan.
    Sambungan pada nodus harus dilengkapi dengan pelat pengikat, yang kemudian dibongkar setelah proses pengelasan mendingin.
    Setelah pengelasan selesai, balikkan struktur, lakukan perataan, dan verifikasi dimensi, kemudian potong pelat penahan serta plat telinga.
    3.4 Perakitan Balok Baja

    Balok baja berpenampang penuh dapat dipasang dengan cara penyambungan mendatar atau tegak, dengan urutan proses sebagai berikut:
    Penempatan komponen → Penentuan posisi pada meja perakitan → Perataan → Penarikan garis acuan → Penentuan posisi baut biasa → Pemasangan baut berkekuatan tinggi → Pengencangan awal → Pengencangan akhir → Pemeriksaan ulang dimensi
    Kekakuan lateral balok baja pada struktur baja ringan relatif lemah; saat proses pengangkatan, dianjurkan menerapkan metode pengangkatan multi‑titik untuk mencegah terjadinya deformasi.
    3.5 Perakitan Rangka Kuda-Kuda Lengkung Tiga Dimensi

    Penentuan elevasi batang tali dapat dikendalikan dengan metode penghubungan pipa air.

    Proses teknologi:
    Pembuatan rangka penopang → Perakitan dan penentuan posisi secara keseluruhan → Kalibrasi dan inspeksi → Pengelasan sambungan → Inspeksi UT → Kalibrasi pasca-pengelasan → Pengecatan → Inspeksi akhir

    Pilih peralatan pengangkat yang sesuai, dan bangun platform perakitan akhir yang datar.

    Setelah diterima setelah inspeksi, rak penopang digunakan untuk perakitan rangka.

    Saat perakitan, gunakan alat penyangga untuk mengikat sambungan dan mengendalikan deformasi setelah pengelasan.

    Penyambungan ujung pipa baja menggunakan bentuk alur sambungan dengan lapisan dalam, sedangkan celahnya disesuaikan oleh alat penekan awal.

    Standar Teknis Pemasangan Proyek Struktur Baja (II)

    3.6 Pemasangan Kolom Baja

    3.6.1 Jenis kolom baja

    Berdasarkan jumlah lantai: kolom baja satu lantai dan multi-lantai.
    Menurut panjangnya: kolom panjang, kolom pendek.
    Berdasarkan bentuk penampang: berbentuk mulut, berbentuk I, berbentuk lingkaran, berbentuk II, berbentuk III, dan sebagainya.
    3.6.2 Pemilihan Titik Penggantung
    Posisi titik pengangkatan harus ditentukan secara komprehensif berdasarkan bentuk, penampang, panjang kolom baja, serta kinerja peralatan pengangkat.

    Pada umumnya, kolom baja memiliki sifat elastisitas dan kekakuan yang baik, sehingga dapat digantung secara vertikal dengan satu titik pengangkatan; lubang pengait ditempatkan di bagian atas kolom, dengan posisi kolom yang tegak lurus, sehingga memudahkan penyelarasan dan penyesuaian. Apabila terdapat batasan panjang lengan derek, titik pengangkatan dapat pula ditempatkan pada jarak 1/3 panjang kolom, dengan metode pengangkatan miring; dalam kondisi ini, kolom akan miring sehingga tingkat kesulitan dalam melakukan penyelarasan meningkat.
    Untuk kolom baja yang ramping, guna mencegah terjadinya deformasi, hendaknya dilakukan pengangkatan dengan dua atau tiga titik penyangga.
    Jika tidak dipasang lubang pengangkat khusus, saat mengikat langsung dengan tali kawat baja, perlu diperhatikan:
    Pada kolom berbentuk persegi panjang dan berbentuk mulut, keempat sudutnya harus dilindungi dengan pelindung sudut (menggunakan pipa baja setengah lingkaran atau baja sudut yang ditempatkan di dalam) untuk mencegah tali kawat baja terpotong.
    Pada saat pengikatan pada kolom bentuk I, untuk mencegah deformasi akibat tekanan lokal, harus dipasang pelat penguat tambahan; saat mengangkat kolom rangka, pada titik pengikatan harus dipasang batang penopang.
    3.6.3 Metode Pengangkatan
    Untuk kolom baja berukuran besar pada bangunan pabrik bertingkat, dapat dilakukan pengangkatan dengan satu unit, dua unit, atau tiga unit crane, sesuai dengan kapasitas alat angkat dan kondisi lapangan.

    Metode rotasi: Derek mengangkat kait sambil memutar, sehingga tiang baja berputar mengelilingi dasar tiang dan terangkat (lihat Gambar 9-60 dalam Manual).
    Metode peluncuran: Derek mengangkat kait, sehingga kaki kolom baja terangkat dengan cara meluncur. Untuk mengurangi gaya gesekan, di bawah kaki kolom harus dipasang jalur peluncuran (lihat Gambar 9-61 dalam Manual).
    Metode penyerahan: Saat menggunakan dua atau tiga crane untuk mengangkat, titik pengait pada crane pendukung ditempatkan di bagian bawah kolom baja; bersamaan dengan pengangkatan oleh crane utama, kolom dipindahkan ke atas fondasi melalui pergerakan roda atau putaran. Selanjutnya, crane pendukung melepaskan beban, sementara crane utama menempatkan kolom pada posisinya (lihat Gambar 9-62 dalam Manual).
    Perhatian dalam pengangkatan dengan dua atau lebih crane:
    Utamakan penggunaan crane dengan tipe yang sama.
    Distribusikan beban sesuai dengan kapasitas crane.
    Beban pada masing-masing alat angkat tidak boleh melebihi 80% dari kapasitas angkat yang tertera.
    Selama operasi, diperlukan koordinasi gerakan yang baik; gunakan palang besi untuk menjaga keseimbangan lengan derek, dengan sudut kemiringan yang kecil, guna mencegah kehilangan berat pada satu unit yang dapat menyebabkan beban berlebih pada unit lain.
    Sistem komando harus terpadu, dan komando tingkat bawah wajib tunduk kepada komando utama.
    3.6.4 Pemasangan Kolom Baja pada Struktur Baja Ringan

    Kolom pada rangka kaku tipe portal umumnya berbentuk penampang variabel, dengan bagian atas kolom lebih besar dan bagian bawah lebih kecil, sehingga pusat gravitasi cenderung tinggi. Setelah pemasangan dan pengikatan selesai, diperlukan pemasangan penopang sementara untuk mencegah terjadinya roboh.
    Baut jangkar pada kaki kolom harus diposisikan dengan metode yang andal (lihat Gambar 9-89 dalam Manual), dengan mengukur panjang sisi sudut siku-siku dan panjang diagonal. Posisi baut jangkar perlu diperiksa kembali baik sebelum maupun sesudah pengecoran beton, guna memastikan bahwa dimensi dan elevasi pondasi sesuai dengan persyaratan desain.
    Penyesuaian elevasi, penyelarasan garis salib, pengendalian kesejajaran vertikal, serta metode pemasangan mengacu pada proses pemasangan kolom baja pada umumnya.
    Penyimpangan pemasangan ditetapkan sesuai dengan standar nasional “Spesifikasi Penerimaan Kualitas Konstruksi Struktur Baja” GB 50205—2001.
    3.6.5 Koreksi kolom baja
    Konten koreksi meliputi: elevasi pondasi kolom, garis silang vertikal dan horizontal, serta tingkat ketegakan badan kolom.

    Koreksi kolom baja dengan struktur satu lapisan
    Penyesuaian elevasi pondasi kolom: Berdasarkan panjang aktual kolom baja, tingkat kerataan dasar kolom, serta jarak antara bagian atas kaki penopang, elevasi pondasi disesuaikan dengan tujuan memastikan elevasi permukaan atas kaki penopang. Penyesuaian elevasi pelat dasar dapat dilakukan dengan menggunakan mur penyesuaian, dengan ketelitian hingga ±1 mm; celah di bagian bawah kolom diisi dengan mortar tanpa penyusutan. Kekuatan dan kekakuan baut jangkar wajib diperiksa.
    Penyelarasan garis silang vertikal dan horizontal: gunakan titik pukul pada sisi pelat dasar kolom untuk menyelaraskan dengan garis silang pondasi, sehingga titik dan garis saling bertepatan. Saat melakukan penyelarasan, derek tidak melepaskan kaitnya dan diturunkan secara perlahan hingga mencapai elevasi yang ditentukan. Untuk memperhitungkan kesalahan, lubang baut dapat sedikit diperbesar, kemudian dikunci dengan pengelasan pada penutup pelat atas.
    Koreksi kesejajaran vertikal tiang: menggunakan metode tali kabel, dengan dua alat ukur sudut yang dioperasikan secara saling tegak lurus 90°. Koreksi dilakukan dengan mengatur mur pada dasar tiang; setelah terkoreksi, kencangkan mur atas, lalu lakukan pengecekan ulang untuk memastikan keakuratan sebelum melakukan penguncian permanen. Kekuatan pengencangan baut jangkar dapat dilihat pada Tabel 1; dapat digunakan sistem mur ganda atau dengan cara mengelas mur pada batang ulir.
    Tabel 1 Gaya Pengencangan Baut Angkur

    Diameter baut (mm) Gaya pengencangan poros (kN)
    3060
    3690
    42150
    48160
    56240
    64300

    Koreksi kolom baja pada bangunan bertingkat tinggi dan sangat tinggi
    Kontrol utama: elevasi, sumbu, dan kesejajaran vertikal.
    Koreksi kolom pada lantai pertama sama seperti pada struktur satu lantai. Perhatikan bahwa tulangan di sekitar kolom baja berprofil harus disisir dengan baik agar memudahkan pekerjaan.
    Kontrol elevasi kolom lapisan atas:
    Pemasangan dengan metode elevasi relatif: Setelah kolom baja ditempatkan, sambungkan pelat telinga menggunakan baut berkekuatan tinggi (tanpa mengencangkan), lakukan penyesuaian kecil pada celah dengan menggunakan linggis, ukur elevasi puncak kolom; apabila memenuhi persyaratan, masukkan pasak baja untuk menahan pergerakan turun, serta pastikan deviasi elevasi tetap dalam batas 5 mm.
    Dengan menggunakan elevasi puncak kolom lantai pertama sebagai acuan, konversikan masing-masing garis kontrol puncak kolom. Apabila deviasi melebihi 5 mm, gunakan pelat penyangga dari baja karbon rendah untuk melakukan penyesuaian.
    Penyelarasan garis silang: Garis silang pada kolom bagian atas dan bawah harus sedapat mungkin bertepatan. Apabila terjadi penyimpangan, dapat diberikan pelat penyangga berketebalan 0,5–1,0 mm pada sisi pelat penghubung, lalu disesuaikan dengan mengencangkan baut heksagonal besar; setiap kali penyesuaian sebaiknya tidak melebihi 3 mm, dan penyimpangan besar hendaknya diselesaikan dalam 2–3 tahap. Perhatian: Sumbu penetapan tiap segmen kolom wajib diturunkan dari sumbu kontrol di permukaan tanah, dan tidak boleh menggunakan sumbu dari kolom di bawahnya.
    Koreksi kesejajaran vertikal:
    Langkah pertama (koreksi tanpa kabel penarik): Pada sisi kolom yang miring, pasang baji baja atau gunakan dongkrak untuk mengatur agar pergeseran sumbu di bagian atas kolom menjadi nol, kemudian kencangkan baut berkekuatan tinggi (lihat Gambar 9-64 pada Manual). Lubang baut pada pelat penghubung sementara harus berukuran 4,0 mm lebih besar daripada diameter baut, guna menampung kesalahan pembuatan.
    Langkah kedua (penyelarasan setelah pemasangan balok): Setelah memasang balok lapisan atas, tengah, dan bawah, lakukan penyelarasan ulang dengan menggunakan kabel, dongkrak, pasak baja, atau katrol tangan (lihat Gambar 9-65 dalam Manual). Nilai penyusutan sambungan las dapat dilihat pada Tabel 9-59 dalam Manual.
    Penyimpangan dimensi luar kolom baja satu lapis maupun multi lapis dapat dilihat pada Tabel 4-179 dan Tabel 4-180 dalam Manual.
    3.7 Pemasangan Rangka Atap Baja

    3.7.1 Penguatan Pengangkatan
    Kekakuan lateral rangka atap baja relatif rendah, sehingga perlu diperkuat sebelum dilakukan pemasangan:

    Pengangkatan dengan alat berat tunggal (dengan satu atau beberapa titik pengangkatan serta menggunakan palang besi) umumnya dilakukan pada bagian kuda-kuda bawah.
    Pada pengangkatan dengan dua crane, rangka atas harus diperkuat.
    3.7.2 Persyaratan pengikatan
    Titik pengikatan harus ditempatkan pada sambungan rangka atap untuk mencegah terjadinya lendutan atau deformasi pada komponen di titik gantung.

    3.7.3 Penempatan dan Pengikatan

    Setelah rangka atap pertama dipasang, harus dipasang tali pengikat pada kedua sisi untuk memastikan kestabilannya; apabila terdapat tiang penahan angin di ujung, dapat diikatkan pada tiang tersebut.
    Setelah rangka atap pertama dipasang, gunakan alat penyetel rangka atap untuk memperbaiki kesejajaran vertikal, lalu kencangkan kedua tumpuan ujung (dengan baut atau las) → pasang penopang vertikal → pasang penopang horizontal → setelah diperiksa dan dipastikan tidak ada kesalahan, rangka tersebut dijadikan sebagai contoh; pemasangan selanjutnya dilakukan berdasarkan pola tersebut.
    3.7.4 Pengangkatan Gabungan
    Untuk mengurangi pekerjaan di ketinggian, rangka jendela atap dapat dirakit terlebih dahulu di atas rangka atap di permukaan tanah; saat pengikatan, pastikan rangka jendela atap berada di antara dua tali pengangkat guna memastikan kestabilan keseluruhan (lihat Gambar 9-66 dan 9-67 dalam Manual).

    3.7.5 Koreksi Kedataran Vertikal

    Metode teodolit: Letakkan teodolit di puncak kolom, dengan jarak geser sebesar a dari sumbu; pada kolom di sisi berlawanan, tetapkan titik yang bersesuaian. Dari garis tengah rangka atap, tarik keluar jarak sebesar a sehingga ketiga titik tersebut terletak pada satu garis lurus untuk memastikan kesejajaran vertikal (lihat Gambar 9-67 dalam Manual).

    Metode bandul benang: Tarik kawat baja sepanjang sisi bawah rangka atap, tandai garis tengah pada sisi atas dengan jarak yang sama dari titik acuan, lalu gunakan bandul benang untuk melakukan penyesuaian.

    Standar Teknis Pemasangan Proyek Struktur Baja (III)

    3.8 Pemasangan Balok Baja

    3.8.1 Pemasangan Balok Gantung Baja

    1. Metode pengangkatan
    Menentukan rencana terbaik secara komprehensif berdasarkan bobot balok derek, kapasitas crane, kondisi lapangan, serta persyaratan waktu pelaksanaan.

    Sebelum pemasangan atap: dapat dilakukan dengan menggunakan satu derek, dua derek secara bersamaan, atau memanfaatkan kolom untuk memasang sistem katrol (kolom harus diperhitungkan secara rinci dan dilengkapi dengan tali penstabil), sementara ujung lainnya dipasok oleh derek. Pada tahap pengangkatan dengan metode tradisional, diperlukan tali penarik untuk menarik balok menjauh dari kaki penopang, sehingga memastikan proses pengangkatan berlangsung lancar.
    Setelah pelengkapan pemasangan atap: solusi terbaik adalah menggunakan sistem katrol yang dipasang pada ujung rangka atap atau di puncak kolom untuk melakukan pengangkatan. Metode ini memerlukan perhitungan kembali daya dukung pada titik ikat rangka atap atau pada puncak kolom.
    Penempatan titik pengangkatan: Disarankan menggunakan lubang angkat tipe alat, untuk memastikan keamanan, keandalan, dan kemudahan.
    2. Koreksi
    Koreksi meliputi elevasi, sumbu horizontal dan vertikal (kelurusan serta lebar sepur), serta kesejajaran vertikal.

    Penyesuaian elevasi:
    Setelah seluruh balok crane di dalam satu bentang selesai dipasang, lakukan pengukuran elevasi pada kedua ujung setiap balok menggunakan alat ukur tingkat (akurasi ±3 mm/km). Hitung nilai standar dengan melakukan rata-rata tertimbang dari semua data, kemudian tentukan ketebalan pelat penyangga yang diperlukan untuk masing-masing titik. Gunakan dongkrak untuk mengangkat ujung balok, lalu sisipkan blok besi segitiga sebagai penyangga. Perhatikan: penyesuaian elevasi dapat dilakukan baik sebelum maupun sesudah pemasangan rangka atap.
    Koreksi sumbu vertikal dan horizontal:
    Setelah pemasangan penopang antar kolom membentuk rangka kaku, lakukan pengukuran dan pemindahan sumbu yang tepat dari dasar kolom ke bagian atas leher kolom, lalu tentukan jarak desain antara garis pusat balok gantung dengan sumbu. Pada permukaan atas balok, pasang tali baja sepanjang garis pusat (atau gunakan teodolit), kemudian sesuaikan pergeseran ujung balok satu per satu. Dapat dimanfaatkan desain flens bawah balok gantung yang berbentuk lubang bundar pada salah satu ujung dan lubang elips pada ujung lainnya; kombinasikan dengan dongkrak dan katrol tangan untuk melakukan penyesuaian halus, dan akhirnya padatkan dengan pasak besi.
    Koreksi kesejajaran vertikal:
    Gantungkan bola pemberat pada tepi atas balok crane, lalu ukur jarak horizontal antara tali dengan dinding web pada dua titik, yaitu di bagian atas dan bawah. Dengan menyesuaikan irisan besi, pastikan jarak atas dan bawah sama, sehingga kesejajaran vertikal terjamin. Koreksi pada tahap ini dapat dilakukan secara bersamaan dengan koreksi sumbu horizontal dan vertikal.
    Waktu kalibrasi:
    Balok derek berukuran kecil dan menengah: dapat dilakukan baik sebelum maupun sesudah pemasangan atap.
    Balok derek berat: sebaiknya dilakukan setelah pemasangan atap, guna menghindari perpanjangan pada batang bawah rangka atap yang dapat menyebabkan peningkatan jarak antar rel.
    3. Penyimpangan yang diizinkan

    Penyimpangan yang diizinkan untuk pemasangan balok crane baja dapat dilihat pada Tabel 9-60 dalam Manual.
    Penyimpangan yang diizinkan pada dimensi luar rangka baja dapat dilihat pada Tabel 4-182 dalam Manual.
    3.8.2 Pemasangan Balok Miring Struktur Baja Ringan

    1. Metode pengangkatan
    Balok miring pada rangka baja tipe portal memiliki bentang yang panjang dan kekakuan lateral yang rendah. Untuk menjamin kualitas keselamatan dan meningkatkan efisiensi, sebaiknya dilakukan perakitan maksimal di darat, kemudian dipasang secara keseluruhan dengan pengangkatan.

    2. Metode pengangkatan

    Dapat digunakan metode pengangkatan satu unit dengan dua, tiga, atau empat titik, atau menggunakan palang besi untuk mengurangi tekanan alat pengangkat terhadap balok.
    Untuk komponen dengan bentang yang panjang, dapat dilakukan pengangkatan dengan dua crane secara bersamaan, serta perlu diperhatikan agar mencegah terjadinya kehilangan stabilitas lateral pada balok miring.
    3. Pemilihan titik penggantung

    Titik gantung pada balok miring dengan bentang panjang harus ditentukan melalui perhitungan.
    Untuk komponen dengan kekakuan lateral yang rendah dan rasio lebar‑tebal pelat web yang besar, perlu mencegah kerusakan akibat puntiran; perhatikan secara khusus jumlah titik pengangkatan serta sinkronisasi dan koordinasi saat menggunakan dua alat angkat secara bersamaan. Jika diperlukan, dapat dipasang tali baja antara kait utama kedua alat angkat untuk mempertahankan jarak tertentu dan mencegah tarikan timbal balik.
    4. Sambungan balok dan kolom

    Pelat ujung sambungan antara balok miring dan kolom baja dapat ditempatkan secara vertikal, horizontal, atau miring (lihat Gambar 9-90 dalam Manual).
    Sambungan umumnya menggunakan baut berkekuatan tinggi, dengan persyaratan presisi pemasangan yang cukup tinggi.
    5. Penyimpangan yang diizinkan
    Penyimpangan yang diizinkan dalam pemasangan rangka baja untuk bangunan ringan tipe portal mengacu pada standar nasional “Spesifikasi Penerimaan Kualitas Konstruksi Struktur Baja” GB 50205—2001.

    3.8.3 Pemasangan Balok Baja pada Bangunan Bertingkat Tinggi dan Sangat Tinggi

    1. Alat penjepit khusus

    Pemasangan balok utama menggunakan alat penjepit khusus; alat penjepit sebaiknya dipasang pada kedua sisi di area 500 mm dari ujung balok baja untuk mencegah jatuhnya benda dari ketinggian.
    2. Urutan pemasangan

    Sebuah kolom biasanya dilengkapi dengan 2 hingga 4 lapisan balok, dan secara prinsip komponen vertikal dipasang satu per satu dari bawah ke atas.
    Balok baja pada kolom yang sama dipasang secara simetris dari bentang tengah ke arah kedua ujung.
    Balok baja pada bentang yang sama dipasang dengan urutan: balok lapisan atas → balok lapisan tengah → balok lapisan bawah.
    3. Pengukuran dan Pengendalian Pengelasan

    Saat memasang dan melakukan penyetelan balok utama antar kolom, kolom harus dipisahkan terlebih dahulu; pengukuran harus dilakukan secara berkelanjutan selama proses penyetelan, dengan menyediakan ruang untuk nilai penyimpangan serta besaran penyusutan akibat pengelasan.
    Pengelasan sambungan antara kolom dengan kolom, serta antara balok dengan kolom, harus dilakukan secara terkoordinasi. Umumnya, dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengelas balok lantai paling atas pada satu segmen kolom, kemudian melas sambungan antara balok dan kolom pada setiap lapisan secara berurutan dari bawah ke atas. Sambungan antara kolom dengan kolom dapat dilas terlebih dahulu atau dilas pada tahap akhir.
    4. Pemasangan balok sekunder

    Balok sekunder dapat digantung secara berurutan dalam tiga lapis untuk meningkatkan efisiensi.
    5. Pengendalian tingkat kehorizontalan

    Apabila tingkat kehorizontalan melebihi batas yang ditentukan, penyebab utamanya adalah kesalahan pada posisi pelat sambungan atau lubang baut; penanganannya dapat dilakukan dengan mengganti pelat sambungan atau melakukan pengelasan tumpul pada lubang lalu membuat ulang lubang tersebut.

    Deviasi yang diizinkan untuk tingkat horizontal pada kedua ujung balok yang sama adalah (L/1000) + 3, dengan nilai maksimum tidak melebihi 10 mm.

    Standar Teknologi Pemasangan Proyek Konstruksi Baja (IV)

    3.8.4 Urutan pemasangan rangka kaku tipe portal

    Pemasangan satu tiang baja → Penyesuaian tinggi tiang → Koreksi pergeseran sumbu silang vertikal dan horizontal → Pemeriksaan awal kesejajaran vertikal → Penguncian sementara → Penyesuaian jika terjadi penyimpangan → Penguncian akhir.
    Balok miring harus diratakan di atas balok penyangga di tanah, dan dirakit dengan menggunakan baut berkekuatan tinggi.
    Pemasangan harus dimulai dari dua rangka kaku yang terletak dekat dinding gable dan dilengkapi dengan penopang antar kolom, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan seluruh komponen dalam ruas tersebut, termasuk kuda-kuda, penopang, serta penopang sudut.
    Selain dua rangka kaku yang dipasang pada tahap awal, baut pada purlin, balok dinding, dan purlin atap di antara rangka kaku lainnya harus dikencangkan setelah dilakukan penyetelan.
    Tingkat pengencangan berbagai jenis penopang harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan elemen struktur melengkung.
    Saat memasang gording dan balok dinding, harus dipasang tali pengikat yang dikencangkan, tetapi jangan sampai menyebabkan elemen struktur melengkung.
    Apabila bentangnya cukup panjang, dapat pula dimulai dari bagian tengah dengan memasang dua rangka kaku, kemudian dilanjutkan dengan urutan pemasangan: kolom → balok antar kolom → balok miring atap → penopang → gording. Setelah terbentuk suatu sistem ruang yang stabil, barulah diperluas ke kedua ujungnya.
    Selama proses konstruksi, sesuai dengan kebutuhan stabilitas struktur dan untuk mencegah terjadinya tumpahan akibat angin kencang, tali pengikat angin dapat dipasang secara tepat waktu.
    4 Standar Kualitas

    4.1 Proyek Utama

    4.1.1 Semua alat ukur yang digunakan selama proses pemasangan harus telah diperiksa dan disertifikasi oleh departemen metrologi sebelum dapat digunakan.
    4.1.2 Alat ukur yang digunakan dalam pembuatan, pemasangan, dan penerimaan struktur baja serta dalam pekerjaan konstruksi sipil harus diuji kalibrasi menurut standar yang sama dan dipastikan memiliki tingkat ketelitian yang seragam.
    4.1.3 Sumbu penempatan bangunan, sumbu pondasi serta elevasi, dan spesifikasi serta pengencangan baut jangkar harus sesuai dengan persyaratan desain.
    4.1.4 Ketika permukaan atas pondasi langsung dijadikan sebagai bidang tumpuan kolom atau menggunakan pelat baja/penopang yang telah ditanam sebagai bidang tumpuan, maka penyimpangan yang diizinkan antara bidang tumpuan tersebut dengan posisi baut jangkar (baut pengikat) harus memenuhi persyaratan pada Tabel 2.

    Tabel 2 Deviasi yang diizinkan (mm) untuk permukaan penopang dan posisi baut jangkar (baut pengikat)

    Proyek Penyimpangan yang diizinkan
    Permukaan penopang  
    Ketinggian referensi ±3,0
    Tingkat kesetaraan L/1000
    Baut jangkar (baut anker)  
    Pergeseran pusat baut 5.0
    Pergeseran pusat lubang yang disediakan 10.0

    4.1.5 Apabila menggunakan pelat alas dengan mortar, deviasi yang diizinkan harus sesuai dengan ketentuan pada Tabel 3.

    Tabel 3 Deviasi yang Diizinkan untuk Pelat Bantalan Mortar (mm)

    Proyek Penyimpangan yang diizinkan
    Ketinggian permukaan atas 0,0, –3,0
    Tingkat kesetaraan L/1000
    Lokasi 20.0

    4.1.6 Ketika menggunakan pondasi berbentuk cangkir, deviasi yang diizinkan untuk dimensi cangkir harus sesuai dengan ketentuan pada Tabel 4.

    Tabel 4 Deviasi yang diizinkan untuk ukuran mulut cangkir (mm)

    Proyek Penyimpangan yang diizinkan
    Ketinggian dasar 0,0, –5,0
    Kedalaman mulut cangkir H ±5,0
    Ketegakan mulut cangkir H/100, dan tidak boleh lebih besar dari 10,0
    Lokasi 10.0

    4.1.7 Pada pemasangan struktur baja bertingkat dan tinggi, sumbu penentuan posisi, sumbu penentuan posisi kolom serta elevasi, spesifikasi dan posisi baut jangkar, serta pengencangannya harus sesuai dengan persyaratan desain; apabila tidak ada ketentuan khusus, maka dilaksanakan sesuai dengan Tabel 11.2.1 dalam “Spesifikasi Penerimaan Kualitas Konstruksi Struktur Baja” GB 50205-2001.
    4.1.8 Deformasi dan pengelupasan lapisan pelindung pada struktur baja yang terjadi selama proses pengangkutan, penumpukan, maupun pengangkatan harus diperbaiki dan diperlakukan dengan cara pelurusan serta perbaikan.
    4.1.9 Pada sambungan yang dirancang untuk saling menekan, luas bidang kontak minimal 70% harus bersentuhan secara rapat, dengan celah maksimum pada tepi tidak lebih dari 0,8 mm.
    4.1.10 Deviasi yang diizinkan untuk ketinggian lentur lateral dan tingkat ketegaklurusan pada rangka atap baja (penopang), rangka kuda-kuda, balok, serta batang-batang tekan dapat dilihat pada Tabel 10.3.3 dalam Standar.
    4.1.11 Deviasi yang diizinkan untuk keseluruhan vertikalitas dan kelurusan bidang datar pada struktur baja satu lapis dapat dilihat pada Tabel 10.3.4 dalam Standar.
    4.1.12 Deviasi yang diizinkan untuk pemasangan kolom bertingkat dapat dilihat pada Tabel 11.3.2 dalam Standar.
    4.1.13 Deviasi yang diizinkan untuk keseluruhan vertikalitas dan kelurusan bidang pada struktur baja bertingkat banyak serta bertingkat tinggi dapat dilihat pada Tabel 11.3.5 dalam Standar.
    4.1.14 Pada susunan pelat berlapis yang menghubungkan baut berkekuatan tinggi dengan baut biasa, harus dilakukan pemeriksaan menggunakan alat pengecekan lubang, serta memenuhi:

    Saat menggunakan alat uji berukuran lubang dengan diameter nominal kurang dari 1,0 mm, tingkat kelulusan ≥ 85%;
    Saat menggunakan alat pemeriksa lubang dengan diameter nominal yang lebih besar 0,3 mm daripada diameter nominal baut, tingkat keberhasilan pemeriksaan harus mencapai 100%.
    4.2 Proyek Umum

    4.2.1 Deviasi yang diizinkan untuk pemasangan pra-rakit dapat dilihat pada Lampiran D, Tabel D, dalam “Spesifikasi Penerimaan Mutu Konstruksi Struktur Baja” GB 50205-2001.
    4.2.2 Deviasi yang diizinkan untuk dimensi baut jangkar (baut penahan) tercantum pada Tabel 5.

    Tabel 5 Deviasi yang Diperbolehkan pada Dimensi Baut Kaki (Baut Jangkar) (mm)

    Proyek Penyimpangan yang diizinkan
    Panjang yang menonjol dari baut +30,0, 0,0
    Panjang ulir +30,0, 0,0

    4.2.3 Tanda garis pusat dan titik acuan elevasi pada kolom baja serta komponen utama lainnya harus lengkap.
    4.2.4 Ketika rangka baja (atau balok) dipasang pada kolom beton, penyimpangan pusat tumpuan terhadap sumbu penempatan tidak boleh melebihi 10 mm; apabila menggunakan pelat atap beton berukuran besar, penyimpangan jarak antar rangka baja (atau balok) tidak boleh melebihi 10 mm.
    4.2.5 Deviasi yang diizinkan untuk pemasangan kolom baja tercantum dalam Tabel E.0.1 pada Lampiran Standar.
    4.2.6 Penyimpangan yang diizinkan untuk pemasangan balok crane baja atau komponen serupa yang secara langsung menahan beban dinamis dapat dilihat pada Tabel E.0.2 dalam Lampiran Standar.
    4.2.7 Deviasi yang diizinkan untuk pemasangan komponen sekunder seperti kuda-kuda dan rangka dinding tercantum pada Tabel 6.

    Tabel 6 Deviasi yang diizinkan untuk pemasangan komponen sekunder seperti kuda-kuda dan rangka dinding (mm)

    Proyek Penyimpangan yang diizinkan Metode pemeriksaan
    Penyimpangan pusat tiang penyangga dinding dari sumbu penetapan posisi 10.0 Pemeriksaan dengan penggaris baja
    Ketegakan kolom penyangga dinding H/1000, dan tidak boleh lebih besar dari 10,0 Theodolit atau benang tegak lurus + pita pengukur baja
    Tinggi lengkung tiang penyangga dinding H/1000, dan tidak boleh lebih besar dari 15,0 Theodolit atau benang tegak lurus + pita pengukur baja
    Ketegakan vertikal rangka penahan angin h/250, dan tidak boleh lebih besar dari 15,0 Tali gantung + penggaris baja
    Jarak antara kaso dan balok dinding ±5,0 Pemeriksaan dengan penggaris baja
    Tinggi lengkung balok gording L/750, dan tidak boleh lebih besar dari 12,0 Tali penarik + penggaris baja
    Tinggi lengkung balok dinding L/750, dan tidak boleh lebih besar dari 10,0 Tali penarik + penggaris baja

    Catatan: H—tinggi tiang penopang dinding; h—tinggi rangka kuda-kuda tahan angin; L—panjang purlin atau balok dinding.

    4.2.8 Pemasangan platform baja, tangga baja, dan pagar pembatas harus sesuai dengan ketentuan standar nasional yang berlaku, yaitu “Tangga Lurus Baja Tetap” GB 4053.1, “Tangga Miring Baja Tetap” GB 4053.2, “Pagar Pembatas Baja Tetap” GB 4053.3, serta “Platform Baja Tetap” GB 4053.4; deviasi yang diperbolehkan dapat dilihat pada Tabel 7.

    Tabel 7 Deviasi yang Diperbolehkan untuk Pemasangan Platform Baja, Tangga Baja, dan Railing Pelindung (mm)

    Proyek Penyimpangan yang diizinkan Metode pemeriksaan
    Ketinggian platform ±15,0 Pemeriksaan alat ukur level
    Kerataan balok platform L/1000, dan tidak boleh lebih besar dari 20,0 Pemeriksaan alat ukur level
    Ketegakan tiang penopang platform H/1000, dan tidak boleh lebih besar dari 15,0 Theodolit atau benang tegak lurus + pita pengukur baja
    Lentur lateral pada balok platform penopang L/1000, dan tidak boleh lebih besar dari 10,0 Tali penarik + penggaris baja
    Ketegakluran balok platform penopang h/250, dan tidak boleh lebih besar dari 15,0 Tali gantung + penggaris baja
    Ketegakan tangga lurus L/1000, dan tidak boleh lebih besar dari 15,0 Tali gantung + penggaris baja
    Tinggi pagar ±15,0 Pemeriksaan dengan penggaris baja
    Jarak antar tiang pagar ±15,0 Pemeriksaan dengan penggaris baja

    4.2.9 Deviasi yang diizinkan untuk celah penyusunan sambungan las di lapangan tercantum pada Tabel 8.

    Tabel 8 Deviasi yang Diizinkan untuk Jarak Penyelarasan Sambungan Las di Lapangan (mm)

    Proyek Penyimpangan yang diizinkan
    Tanpa celah pelat penyangga +3,0,0,0
    Terdapat celah pada pelat penyangga +3,0, –2,0

    4.2.10 Permukaan struktur baja harus tetap bersih; pada permukaan utama tidak boleh terdapat bekas luka, lumpur, pasir, atau kotoran lainnya.
    4.2.11 Penyimpangan yang diizinkan untuk pemasangan struktur baja pada bangunan bertingkat banyak dan tinggi dapat dilihat pada Tabel E.0.5 dalam Lampiran Standar.
    4.2.12 Deviasi maksimum tinggi total struktur utama pada bangunan bertingkat banyak dan tinggi dapat dilihat pada Tabel E.0.6 dalam Lampiran Standar.

    5 Perlindungan Produk Jadi

    5.1 Saat penumpukan struktur baja di lokasi, lahan harus memiliki dasar yang kokoh dan sistem drainase yang baik; komponen harus diberi alas setinggi 200 mm dan tidak boleh diletakkan langsung di atas tanah.
    5.2 Selama proses pengangkutan, bongkar muat, dan pengangkatan, struktur baja harus dilengkapi dengan langkah-langkah penguatan dan perlindungan yang andal untuk mencegah terjadinya deformasi.

    6 Masalah kualitas yang perlu diperhatikan

    6.1 Pemasangan struktur baja satu lapis sebaiknya dilakukan dengan urutan terlebih dahulu memasang komponen vertikal, kemudian komponen bidang, guna mengendalikan akumulasi kesalahan secara longitudinal dan menjamin kualitas pekerjaan.
    6.2 Selama pelaksanaan konstruksi, sesuai dengan stabilitas ruang struktur, langkah-langkah penanggulangan angin seperti pemasangan tali pengikat angin harus diambil secara tepat waktu untuk mencegah terjadinya kejatuhan rangka kaku.

Pesan produk

* Perhatian: Harap pastikan Anda mengisi informasi dengan benar dan menjaga komunikasi yang lancar; kami akan segera menghubungi Anda!

Konsultasi online

Jika Anda memiliki saran, silakan tinggalkan pesan atau kirimkan email kepada kami.

%{tishi_zhanwei}%

Perusahaan Terbatas Bahan Baru Xingyuanyi Nantong

Alamat

Alamat

Jalan Baidian No. 196, Kota Baidian, Kabupaten Hai’an, Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok